Pertanyaan Seorang Teman tentang Sholat Jum’at

Image 

Assalamualaikum warahmah wabarakah :)

 

 

 

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat ditanyai oleh teman saya tentang sholat jum’at, dan karna saya juga masih sangat awam maka saya hanya bisa menjawab sebisanya sembari berkali-kali saya berkata “aduh saya tidak tahu kalo masalah yang itu, saya cuma menjawab atas dasar apa yang pernah saya lihat dan saya dengar”. melihat raut wajahnya yang kurang puas dengan jawaban saya, maka saya mulai mencari info tentang pertanyaan dia.

 

 

 

Yang pertama: bagaimana hukumnya seseorang bicara ketika khatib mengumandangkan khutbah? dan apakah solatnya sah?

 

mendengar pertanyaan tersebut, saya teringat pengalaman saya ketika sekolah dulu. waktu itu kelompok saya diberi tugas oleh guru agama untuk membuat makalah dan kebetulan membahas tentang solat jum’at (dan kebetulan juga saya menjadi pembicara). saya ditanyai pertanyaan serupa oleh teman sekolah saya dan karna saya juga tidak tahu hukum persisnya bagaimana, saya menjawab dengan klagep-klagep (baca=terbata-bata).

 

saya bilang: “solatnya sah, kecuali jika seseorang tersebut berbicara ketika solat maka sudah jelas itu tidak sah (sembari tersenyum)”

jawaban saya disambut tertawa dan teriakan dari teman satu kelas:

“semua ya sudah tau kalo itu brooooooo hahahahaha”

 

saya hanya diam mendengar teriakan tersebut karna saya memang tidak tahu, akhirnya guru agama bilang: “solatnya orang yang berbicara ketika khotib mengumandangkan khotbah hukumnya tidak sah.” kata2 itu terngiang dalam benak saya, sudah tidak terhitung banyaknya berapa kali sholat jum’at saya tidak sah gara2 hal sepele seperti itu. tapi beberapa tahun kemudian saya kembali mendapat jawaban yang berbeda dari seseorang, seperti ini:

“hukum berbicara ketika khotbah sedang berkumandang itu haram, jangankan berbicara teriak2, kita berniat baik untuk menegur anak-anak kecil yang bercanda itu haram (padahal itu niat baik). makanya lebih diam saja ketika khotbah, abaikan mereka yang berbicara. sudah tau hukumnya haram kok diteruskan, betul tidak? :)

kemudian apakah solatnya sah? dari jawaban yang saya dapat, menurut syariat Islam solatnya tetap sah, hanya saja diterima atau tidak itu kehendak Allah SWT. itu sebabnya kenapa sholat jum’at hanya 2 rakaat (padahal waktu sholat dzuhur ada 4 rakaat), yang dua rakaat lagi diibaratkan khutbah tersebut. khutbah kan 2 kali dan sholatnya 2 rakaat, itu sebabnya haram hukumnya berbicara ketika khotbah berkumandang. saya hanya manggut-manggut mendengar penjelasan tersebut. makanya teman2 hindari perbuatan itu  untuk menjaga kesempurnaan sholat kita :)

 

Yang kedua: bagaimana hukumnya sholat jum’at tapi menggunakan Qunut, sedangkan kita tidak tahu maksud imam membaca Qunut untuk apa?

dan lagi2 saya bilang: “waduh saya tidak tahu maksud imam Qunut untuk apa, kita sebagai makmum sebaiknya mengkuti saja” (keliatan banget bodohnya ya hehehe :D)
dan kemudian kemarin saya tanyakan hal itu pada seseorang, dan kira2 begini jawabnya:

“Qunut itu biasanya memang hanya dilakukan pada waktu sholat subuh, tapi kemungkinan Qunut yang dilakukan si imam adalah ‘Qunut Nazilah’. yang dimaksud ‘Qunut Nazilah’ disini doa yang disyariatkan ketika terjadi musibah besar, dan boleh dilakukan pada semua shalat wajib yang lima.

Seperti diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu:
“Suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lihyan meminta bantuan orang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam untuk berlindung dari musuh, beliau Shallallahu’alaihi Wasallam memberikan bantuan 70 orang Anshor yang kami sebut sebagai Qurra’. Kebiasaan para sahabat yang disebut Qurra’ ini adalah mereka pencari bakar di siang hari dan menegakkan shalat lail di malam hari. Ketika 70 orang Anshor ini berada di perjalanan dan sampai di sumur Ma’unah, mereka dibunuh dan dikhianati oleh suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lihyan. Berita ini sampai kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, maka beliau melakukan Qunut Nazilah selama sebulan pada shalat shubuh mendoakan kehancuran terhadap suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lahyan.”

Tetapi Qunut juga banyak disalah artikan oleh beberapa aliran islam di Indonesia, mereka menganggap Qunut yang dilakukan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam adalah doa yang jelek, dalam artian mendoakan kehancuran suku yang disebutkan diatas. Oleh karna itu ada beberapa aliran islam yang tidak melakukan Qunut pada saat sholat subuh. nah kalau kamu gak tau maksud si imam melakukan Qunut tersebut untuk apa, lebih baik diam dan jangan ikut meng-amini. jika kamu ikut Qunut jum’at tanpa tahu dalilnya berarti kamu taklid yang tidak benar (taklid apaan ya, saya lupa gak tanya o_0).

Dalam Islam, Qunut hanya disyariatkan dalam tiga keadaan yaitu:

 1. Saat shalat shubuh
 2. Saat bencana menimpa umat Islam (dalam artian Qunut Nazilah yang disebutkan diatas)
 3. Dalam sholat witir pada paruh kedua bulan Ramadhan.

 Jika ada Qunut selain 3 hal diatas maka hukumnya adalah BID’AH. Qunut pada shalat jum’at itu diperbolehkan jika dalam rangka nazilah dimana Qunut itu juga dilakukan dalam sholat fardhu lainnya. Namun jika bencana telah reda maka Qunut Nazilah pun dihentikan melakukannya dalam tiap tiap sholat,termasuk dalam sholat jum’at.

saya kembali manggut2 mendengar penjelasannya, meskipun beberapa bagian tetap saja ada yang belum sepenuhnya mengerti. mungkin ini hanya sekedar jawaban dan saya juga masih belum sepenuhnya paham tentang hal ini, dan pastinya banyak dari teman2 yang lebih tahu ataupun punya pendapat berbeda. karna saya juga manusia yang jauh dari sempurna, maka maafkan saya apabila ada tulisan yang tidak baik dan menimbulkan pemikiran negatif. kritikan yang membangun akan sangat saya hargai dan akan saya jadikan panutan. terima kasih :)

About these ads

Tentang diarakatsuki

1 hal yang pasti, saya tidak suka menunjukkan rasa benci saya terhadap orang lain, meskipun saya memang benci kepada orang tersebut. entah ini sifat buruk atau jelek, terserah cara pandang pribadi masing2 yang menilai :). saya bisa menjadi seseorang yang lebih jahat daripada orang yang telah menjahati saya, tapi saya juga bisa lebih baik daripada orang yang telah berbuat baik pada saya. kenalilah saya dengan baik, saya akan berusaha menjadi pribadi yang menyenangkan :) :) :)
Tulisan ini dipublikasikan di Islami. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s